Selasa, 06 Januari 2015
Dikala Waktu Mengubah Kenyamanan
Belakangan gue memikirkan hal yang seharusnya tidak dipikirkan. Sebuah pikiran yang sama sekali tidak bisa menjelaskan apa maksud dari semua kegilaan ini. Kehadiran pikiran tersebut cukup mengganggu, bikin galau gitu.. *halah
Perlu diingat, ini hanyalah sebagian kecil dari bagian hidup yang gue jalani saat ini. Bukan secara keseluruhan. Do you understand? Gue tidak. Entah benar entah tidak. Kira-kira beginilah ceritanya..
Beberapa waktu yang lalu, tak tahu persis tepatnya kapan, aku menemukan sesuatu yang bisa membuat sebagian orang gila. Yang diawali dengan sebuah undangan untuk dipenuhi. Aku menyanggupinya. Dan pada akhirnya ku tak tau, pintu keluarnya sangat sulit untuk dicari. Kalaupun ditemukan sangat sulit untuk diraih.
Perlahan tapi pasti aku membentuk sebuah kenyamanan yang mana kenyamanan tersebut untuk diriku juga. Karena untuk memulai sesuatu yang baru aku harus membuatnya nyaman untuk dinikmati. Tanpa kenyamanan maka tak ada cita rasa yang sudah disuguhi. Tanpa kenyamanan, proses yang dilalui tidak akan bermakna.
Semua yang aku kerjakan selama ini membuahkan hasil. Aku menikmati momen yang sudah ku bilang tadi, membuat sebagian orang gila dalam imajinasi tanpa batas. Merasakan dentingan nada yang dia(mereka) alunkan di setiap hari. Membaca kata demi kata di berbagai media sosial. Tertawa dalam canda yang terus terjadi setiap hari. Tiada hari tanpa kesenangan.
Dia ada saat aku mulai memasuki pintu kegilaan tersebut. Mengamati apa yang dilakukannya. Rasa penasaran mulai merasuki jiwa. Siapa dia dan bagaimana latar belakangnya. Aku menelusuri jejak rekam yang ada di dunia maya. Bagaimana sepak terjang dia di dunia hiburan. Dan apa tujuannya untuk masuk ke dalam dunia hiburan yang penuh delusi.
Sedikit demi sedikit aku menemukannya. Info dari berbagai sumber, tak berhubungan langsung, namun jika diperhatikan dengan baik akan ada benang merah yang ditemukan. Dengan menggunakan analisa, akan ditemukan jawaban yang selama ini aku cari. Dan mulai memahami seperti apa karakternya. Walaupun sangat sedikit.
Dia begitu dan aku harus begini. Aku harus menyesuaikan dengan keadaan tersebut. Ketika bertemu dengannya seketika jantung berdetak kencang tak karuan. Ooh Tuhan, mengapa aku begini? Sejauh inikah aku melangkah ke dalam dunia kegilaan ini?
Aku terus menikmati yang sedang terjadi. Aku harus paham dengan segala konsekuensinya.
Sekarang memang waktunya menikmati kenyamanan yang sudah lama aku rasakan. Terjebak dalam lembah delusi. Aku sudah mengganggapnya lebih dari yang sebelumnya. Sudah merasuk ke relung hati. Dia sudah menjadi bagian dari keseharian di tengah ibukota nan ganas. Aku udah nyaman dengan keadaan seperti ini.
Satu hal yang tak bisa dilawan adalah waktu. Waktu berjalan terus tanpa henti tak tertahankan. Berjalannya waktu membuat manusia mengalami perubahan. Yang tadinya kecil beranjak dewasa. Yang tadinya SMA sekarang mulai memasuki dunia perkuliahan. Yang tadinya remaja yang penuh kebebasan sekarang udah menjadi orang tua dari anak-anaknya.
Begitu pula dengannya. Sekarang dia udah berada di penghujung sekolah menengah atas. Di pertengahan tahun ini dia akan mulai merambah dunia kuliah dengan jurusan yang diidamkan dari kecil. Menjadi perantara antara Tuhan dan orang sakit.
Jika dia udah bertekad untuk menjadi itu, maka kesibukan di luar sekolah yang dia jalani saat ini akan terganggu. Kuliah di jurusan tersebut bukanlah perkara mudah. Karena waktu untuk belajar lebih banyak ketimbang waktu luang. Jika dia tidak bisa mengatur waktunya dengan baik, maka keluar dari grup yang dijalani sekarang adalah solusinya.
Sebagian orang tidak bisa membagi fokusnya dalam 2 bidang yang ditekuninya. Hanya beberapa orang yang berhasil membagi waktunya dengan baik. Harus dipilih satu di antara dua pilihan. Jika dia memilih tempat terdekat dengan ibukota untuk menuntut ilmu, masih ada kmungkinan dia akan bertahan. AH, ini gila. Bener-bener gila.. ARGH!!
Menjadi dilema juga. Karena hiburan ini bukanlah sebuah hiburan biasa. Karena ini masalah kecocokan hati dengan sang penghibur. Jika dia pergi maka ini akan mengubah kenyamanan yang aku rasakan sekarang. Tak bisa dipungkiri dia adalah salah satu alasan bisa bertahan di sini. Dia pergi aku kan pergi juga.
Hal ini cukup mengangguku. Pertanyaan yang sering muncul di benakku, apakah dia akan bertahan lama di sini? Kuharap dia tak pergi (seenggaknya tidak dalam waktu dekat ini). Kuharap dia bisa mengatur waktu di dunia hiburan dan perkuliahan secara baik. Karena ku tau, dia adalah seseorang yang pintar dan cerdas.
Aku begini karena aku sudah terlalu dalam menyelam ke dalam palung samudera yang dimilikinya. Tak mudah untuk mencapai permukaan. Sangat ingin muncul ke permukaan dan melepaskan semua kegilaan ini. Hanya waktu yang akan menjawabnya. Dan berharap kita mendapatkan terbaik..
Keluarkan aku dari kegilaan ini.
Label:
Galau,
Gue
0
komentar
Sabtu, 01 November 2014
Menuangkan Ke Dalam Tulisan
Begitu
banyak bahan penulisan yang ingin dituangkan. Satu demi satu melintas
seiringnya berjalannya waktu. Tumpang tindih dan kadang saling bertautan
satu sama lain. Untuk membentuk sebuah kisah.
Saking banyaknya yang ingin dituangkan, sampai-sampai pikiran yang sudah ada menghilang begitu saja. Begitu tiba saat untuk menuangkannya ke dalam tulisan, tiba-tiba saja pikiran itu menghilang dan blank. Damn!!
Pikiran itu berlalu sangat cepat di dalam benakku. Bagaimana mungkin aku bisa mengikuti pikiran sebanyak itu melintas dengan sangat cepat?
Kadang menikmatinya berlalu lalang di otakku adalah sebuah cara untuk mengaturnya lagi. Hanya saja aku tak memiliki waktu untuk itu.
Saking banyaknya yang ingin dituangkan, sampai-sampai pikiran yang sudah ada menghilang begitu saja. Begitu tiba saat untuk menuangkannya ke dalam tulisan, tiba-tiba saja pikiran itu menghilang dan blank. Damn!!
Pikiran itu berlalu sangat cepat di dalam benakku. Bagaimana mungkin aku bisa mengikuti pikiran sebanyak itu melintas dengan sangat cepat?
Kadang menikmatinya berlalu lalang di otakku adalah sebuah cara untuk mengaturnya lagi. Hanya saja aku tak memiliki waktu untuk itu.
Label:
Gue
2
komentar
Jumat, 31 Oktober 2014
Menentukan Pilihan
Masa lalu adalah cetakan masa depan. Menjadi patokan untuk menentukan pilihan. Kadangkala ada yang memilih itu karena ada kesamaan dengan masa lalu. Bisa dibilang gak bisa move on. Namun, kadang-kadang ada sesuatu yang bisa menjadi penentu pilihan. Deja vu.
Pada satu kesempatan, memilih sesuatu karena ada sebuah penglihatan yang pernah diliat pada masa lalu. Dan akhirnya bisa disaksikan pada saat ini. Sehingga tanpa ragu memilih sesuatu yang telah ada pada masa lalu. Hal itu sering terjadi. Bukan gak bisa move on. Cuma udah terlanjur nyaman dan udah terlanjur 'srek' dengan pilihannya.
Label:
Other
0
komentar
Kamis, 21 November 2013
Masih Ada
Itu emang judul lagu yang dinyanyikan Ello. Gue bukan mau posting tentang lirik maupun lagu Ello. Tapi gue mau konfirmasi gue dan blog gue masih tetap ada(cie elah kayak selebritis aja).
Melihat tanggal postingan terakhir yang udah hampir setahun berlalu, gue merasa terpanggil untuk membuat postingan lagi. Setahun belakangan banyak banget kisah-kisah keseharian gue yang mau tulis ditulis di sini, tapi entah mengapa begitu udah stand by di depan laptop keinginan untuk menulis(baca: ngetik) itu menghilang.
Mulai dari acara tahun baruan, kerja praktek, penyelesaian tahap akhir untuk wisuda, sendirian di rumah selama 2 minggu, berat badan naik drastis, wisuda, pulang ke kampung halaman bersama keluarga, dan masih banyak lagi. Tapi keinginan untuk mengetik tulisan itu menguap seperti embun pagi yang bening di antara pancaran sinar mentari.
Label:
Gue
0
komentar
Minggu, 23 Desember 2012
Kupas Lagu Separuh Aku

Kita tahu, bahwa setiap lagu yang diciptakan pasti punya makna di balik liriknya. Ibaratnya sebuah kisah yang menceritakan tentang kehidupan insan yang ada di dunia ini. Biasanya sih, tentang cinta-cintaan gitu.
Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku
Dirimu..
Pasti kalian sangat kenal dengan sepenggal lirik di atas. Sebait lirik yang sarat makna bagi seseorang yang menghayati lagu ini. Penuh kegalauan. Cieee..
Nah, salah satu lagu dari album Seperti Seharusnya yang berjudul separuh aku akan gue kupas seperti mengupas buah mangga. Di sini gue coba menganalisa maksud dari lirik yang diciptakan David dan Ihsan.
Soalnya, di awalnya gue dengerin ini lagu, gue merasa kok rada-rada aneh ya liriknya? Gak nyambung gitu. Bingung. Naah, setelah gue googling ke sana kemari akhirnya gue menemukan maksud inti dari lirik tersebut. Dan berbekal ke-sotoy-an tingkat tinggi inilah makna lagu Separuh Aku versi gue, josareo.com.
Label:
NOAH
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)


