Sabtu, 01 November 2014

Menuangkan Ke Dalam Tulisan

 
Begitu banyak bahan penulisan yang ingin dituangkan. Satu demi satu melintas seiringnya berjalannya waktu. Tumpang tindih dan kadang saling bertautan satu sama lain. Untuk membentuk sebuah kisah.

Saking banyaknya yang ingin dituangkan, sampai-sampai pikiran yang sudah ada menghilang begitu saja. Begitu tiba saat untuk menuangkannya ke dalam tulisan, tiba-tiba saja pikiran itu menghilang dan blank. Damn!!

Pikiran itu berlalu sangat cepat di dalam benakku. Bagaimana mungkin aku bisa mengikuti pikiran sebanyak itu melintas dengan sangat cepat?

Kadang menikmatinya berlalu lalang di otakku adalah sebuah cara untuk mengaturnya lagi. Hanya saja aku tak memiliki waktu untuk itu.

Jumat, 31 Oktober 2014

Menentukan Pilihan



Masa lalu adalah cetakan masa depan. Menjadi patokan untuk menentukan pilihan. Kadangkala ada yang memilih itu karena ada kesamaan dengan masa lalu. Bisa dibilang gak bisa move on. Namun, kadang-kadang ada sesuatu yang bisa menjadi penentu pilihan. Deja vu.

Pada satu kesempatan, memilih sesuatu karena ada sebuah penglihatan yang pernah diliat pada masa lalu. Dan akhirnya bisa disaksikan pada saat ini. Sehingga tanpa ragu memilih sesuatu yang telah ada pada masa lalu. Hal itu sering terjadi. Bukan gak bisa move on. Cuma udah terlanjur nyaman dan udah terlanjur  'srek' dengan pilihannya.

Kamis, 21 November 2013

Masih Ada



Itu emang judul lagu yang dinyanyikan Ello. Gue bukan mau posting tentang lirik maupun lagu Ello. Tapi gue mau konfirmasi gue dan blog gue masih tetap ada(cie elah kayak selebritis aja).

Melihat tanggal postingan terakhir yang udah hampir setahun berlalu, gue merasa terpanggil untuk membuat postingan lagi. Setahun belakangan banyak banget kisah-kisah keseharian gue yang mau tulis ditulis di sini, tapi entah mengapa begitu udah stand by di depan laptop keinginan untuk menulis(baca: ngetik) itu menghilang.

Mulai dari acara tahun baruan, kerja praktek, penyelesaian tahap akhir untuk wisuda, sendirian di rumah selama 2 minggu,  berat badan naik drastis, wisuda, pulang ke kampung halaman bersama keluarga, dan masih banyak lagi. Tapi keinginan untuk mengetik tulisan itu menguap seperti embun pagi yang bening di antara pancaran sinar mentari.

Minggu, 23 Desember 2012

Kupas Lagu Separuh Aku


Kita tahu, bahwa setiap lagu yang diciptakan pasti punya makna di balik liriknya. Ibaratnya sebuah kisah yang menceritakan tentang kehidupan insan yang ada di dunia ini. Biasanya sih, tentang cinta-cintaan gitu.

Mainstream sih. Tapi, kejeniusanlah yang mampu membuat lirik dan membuatnya menjadi nada yang dialuni musik membuat lagu tersebut menjadi indah di telinga pendengarnya dan menjadikannya berkelas. Temanya emang tentang cinta(hampir 95%), tapi cara penyampaiannyalah yang akan membedakan sebuah lagu dengan lagu lainnya dengan tema yang sama. Maksudnya, dari segi lirik.

Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku
Dirimu..

Pasti kalian sangat kenal dengan sepenggal lirik di atas. Sebait lirik yang sarat makna bagi seseorang yang menghayati lagu ini. Penuh kegalauan. Cieee..

Nah, salah satu lagu dari album Seperti Seharusnya yang berjudul separuh aku akan gue kupas seperti mengupas buah mangga. Di sini gue coba menganalisa maksud dari lirik yang diciptakan David dan Ihsan.

Soalnya, di awalnya gue dengerin ini lagu, gue merasa kok rada-rada aneh ya liriknya? Gak nyambung gitu. Bingung. Naah, setelah gue googling ke sana kemari akhirnya gue menemukan maksud inti dari lirik tersebut. Dan berbekal ke-sotoy-an tingkat tinggi inilah makna lagu Separuh Aku versi gue, josareo.com.

Sabtu, 29 September 2012

Goodbye Peterpan, Welcome NOAH


Dulu ada sebuah band kafe yang berasal dari Bandung muncul di belantika musik Indonesia. Band tersebut lahir pada 1 september 2000. Yang beranggotakan 6 anak muda yang berbakat. Nama band tersebut berasal dari dongeng luar negeri yang sangat terkenal. Dimana tokoh utamanya bisa terbang, dengan pakaian khasnya warna hijau, pake topi hijau, dan ada bulu angsa di atasnya. Karena bisa terbang dan selalu ceria itulah 6 pemuda tersebut memberi nama bandnya dengan nama tokoh dongeng tersebut. Karena mereka ingin terbang dan melahirkan keceriaan dalam bermusik.

Namun, siapa sangka dengan nama tersebut band ini melayang tinggi mencapai bintang di surga. Di awali dengan lagu “Mimpi Yang Sempurna” di sebuah album kompilasi. Kemudian membuat album sendiri. Dan di luar dugaan, album mereka meledak di pasar musik Indonesia. Walaupun saat itu pembajakan merajalela. Tapi rejeki emang sedang berpihak kepada mereka. Meraih berbagai penghargaan. Kontrak kerja yang mahal. Dan berbagai hal yang melambungkan nama mereka.

Bahkan konsernya saja masuk Museum Rekor Indonesia(MURI), karena berhasil konser di 6  kota Indonesia dalam waktu 24 jam. Suatu hal yang hampir mustahil bagi band lain.

Apalagi sang vokalisnya yang terkenal flamboyan itu mampu menghipnotis bagi siapa yang menyaksikan konsernya. Vokalisnya gak ganteng-ganteng amat sih. Boleh dibilang biasa saja, tapi kharismanya luar biasa. Bagi siapapun wanita yang melihatnya pasti terklepek-klepek. Itu baru melihatnya saja loh, belom lagi kalo diajak kencan atau nyanyi bareng, dijamin terbang tuh perasaan si cewek. Hewhewhew..